Marketing (Segmentasi & Portfolio) Penjaja koran*

Masih tentang perjalanan diatas bis antar kota. Sembari menunggu penumpang penuh, hal yang umum ketika penjaja kaki lima bergerilya diatas bus dan menawarkan barang dagangan mereka kepada para penumpang yang sudah naik.

Seorang penjaja koran dan majalah menghampiri satu persatu penumpang dan meletakan bacaan yang sekiranya akan dibeli oleh mereka. Seorang ibu-ibu di depan disodorkan tabloid masak-memasak, seorang pria muda ditawarkannya tabloid otomotif. Giliran tiba didepanku, disodorkannya harian terbitan Surabaya karena mungkin melihat setelan pakaianku yg terkesan semi formal. Gadis manis dikursi sebelah disodorkan tabloid gosip, demikian seterusnya hingga bangku belakang sang penjaja koran ini membagi-bagikan barang dagangannya. It’s called Segmenting based

Ditunggunya beberapa saat, memberikan kesempatan kepada calon konsumennya untuk membuka-buka halaman demi halaman untuk mencari artikel yg mungkin menarik baginya sehingga mendorongnya untuk membeli tabloid/harian yg telah disodorkan tadi.

Setelah itu sang penjaja mulai menghampiri kembali para penumpang satu persatu sambil menyampaikan resume isi tabloid/harian yg sedang berada di genggaman calon konsumennya. tak lupa ia menyebutkan harga masing-masing tabloid/harian.

Tiba saat para penumpang menolak membeli dan mengembalikan tabloid/harian yg sempat ia baca-baca, sang penjaja koran/tabloid tadi tak putus asa, disodorkannya kembali beberapa jenis tabloid/harian yang lain sambil menjelaskan beberapa judul artikel di dalam tabloid/harian yg mungkin akan menarik minat calon konsumennya. Tiba giliranku, dengan ramah aku kembalikan harian tadi dan mengatakan bahwa aku sudah membacanya di rumah. Maka, disodorkannya tabloid seluler kepadaku.

Hal itu dilakukannya berulang kali kepadaku dan kepada penumpang lain. Setelah harian pagi, tabloid seluler, terakhir dia mjenyodorkan tabloid otomotif dan komputer. Namun lagi-lagi aku menolaknya dengan halus. Aku perhatikan dia dengan gigih berusaha meyakinkan calon konsumennya bahwa bisa jadi ada satu artikel penting yg bermanfaat bagi calon konsumennya.

Hasilnya ?? Tidak sia-sia, beberapa penumpang akhirnya memutuskan membeli harian/tabloid yang pas buat mereka baca sembari beperjalanan di bis. Aku tersenyum melihat perjuangan dan taktik yang diterapkan sang penjaja koran/tabloid tadi. Jelas dia telah melakukan portofolio terhadap barang dagangannya. Dia tidak hanya menyediakan satu jenis bacaan saja, tapi dia menyediakan berbagai jenis bacaan. Dengan gigihnya dia menawarkan satu persatu barang dagangan portofolionya. Rajin benar dia, sampai benar-benar hafal judul artikel-artikel dari semua barang dagangannya.

Itu yang seharusnya dilakukan oleh seorang marketer sebuah perusahaan multi product. gagal menawarkan satu produk bukan berarti gagal semua, masih ada celah yang bisa diambil dengan menawarkan produk-produk lain yang siapa tahu adalah jawaban dari kebutuhan mereka.

*) Dicuplik dari catatan blog tahun 2007

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment