Dari sebuah berita life style, dikabarkan eksekutif muda negara Jepang dan Korea memiliki kecenderungan untuk menghabiskan waktunya di kantor sehari semalam. Tidak lagi sebatas jam kantor yang fleksibel, perusahaan-perusahaan disana memfasilitasi ekesekutif nya yang workaholic tersebut dengan ruang kantor yang mirip kondominium. Di ruang kerja mereka yang lega dilengkapi dengan tempat tidur yang nyaman, interior yang cozy, pantry dan kamar mandi yang bersih.
Perusahaan rela memfasilitasi gaya hidup ekesekutifnya tersebut karena dipercaya produkstifitas yang dihasilkan mereka jauh lebih besar disbanding ongkos yang dikeluarkan. Workaholic sudah jadi life style, individualisme konon sudah menjadi ideology global.
Hmm…., sementara itu di bangunan ruko kecil di kota urban, sekelompok pemuda pekerja yg homeless menghabiskan waktu siang malam di bangunan yang disewa sebuah perusahaan berkelas nasional. Kadangkala mereka sibuk berkutat dengan pekerjaannya siang-malam. Kala waktu yang lain, mereka duduk di belakang desktop komputer dan tampak serius—bukan serius bekerja, tapi mengutak-atik blog, browsing internet, nge-game, atau menikmati film box office yang diputar melalui windows media player.
Asap rokok, kopi pahit yang sudah dingin kerap menemani mereka menghabiskan waktu di malam hari. Tidak jarang ide segar dan kreatif muncul justru diluar jam kantor, perbincangan ringan hingga menjurus serius—nyaris seserius workshop top management perusahaan tempat mereka mengabdikan diri.
Berbagai alasan menjadi apologize mereka untuk tinggal di kantor. Alasan standbye, menghemat biaya indekost, atau diusir ibu kost, dan lain-lain. Tapi yang jelas tidak ada satupun dari mereka beralasan lifestyle. Katanya sih mereka juga rindu untuk pulang, menikmati kehidupan yang normal, dan bisa bercengkerama bersama keluarga. Namun apadaya habit ini sudah menjadi kecintaan untuk menjadikan kantor mereka sebagau rumah. Office sweet home….
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
